Penulis : Vicky Abu Syamil

Judul     : “SALAH FATAL”

“Jika tampan adalah bawaan lahir mau diapakan ? Ibarat Nasi telah menjadi bubur

Jika mempesonah ini menyiksaku apa mau dikata? ”

Pernikahan adalah Amal Shalih bahkan bisa jadi Maksiat, jika?……..

Perceraian secara umum adalah kerusakan bahkan bisa menjadi amal Shalih, jika? …..

Memang ada ya Perceraian yang bernilai Amal Shalih? YA ADA! makanya ngaji yang betul jangan modal mbah google saja Loe, hihihi.

Jadi begini pemirsah, ehem ehem (siap siap khotbah)

Rasulullah Muhammad adalah seorang Manusia yang telah diangkat oleh Allah Ta’ala untuk menjadi Nabi dan Rasul. Semua yang beliau lakukan dan katakan mulai dari A-Z telah terjaga alias maksum, beliau tidak bicara berdasarkan hawa nafsu melainkan berdasarkan Wahyu.

Beliau telah banyak memberi sabda, ya, tentang Sabda Cinta bahwa Pernikahan adalah sebuah keutamaan, Pernikahan adalah amal Shalih dan bahkan Beliau menyatakan dengan tegas siapa yang menolak syariat Pernikahan maka bukan termasuk Golongan beliau. Sampai disini jelas? Oke kalo sudah jelas kita lanjut. Kalo belum, ahsan cuci otak dulu, eh maksudnya cuci muka dulu.

Lanjut, Pernikahan secara umum adalah amal shalih dan merupakan sebuah kebaikan yang bernilai pahala besar, Tetapi sebuah Pernikahan bisa menjadi Kemaksiatan bahkan dosa! Pernikahan diatas dendam, Pernikahan dengan niat menceraikan, Pernikahan pura pura, apalagi pernikahan sejenis? Smoga makin jelas.

Nah, didalam perjalanannya, sebuah Pernikahan tidak melulu akan kekal hingga suami dan istri wafat alias CINTA SAMPAI MATI, adakalanya sebuah Pernikahan harus berhenti ditengah jalan sebagaimana berhentinya sebuah nafas dalam kehidupan yang sering kita sebut dan kenal dengan istilah PERCERAIAN.

Apa Perceraian Buruk? Ya, secara umum. TAPI TIDAK SEMUA PERCERAIAN BURUK, BAHKAN ADA PERCERAIAN YANG MENJADI AMAL SHALIH DAN BERNILAI PAHALA. kok bisa? Ya bisa makanya tetap nyimak dan jangan tidur. Belum kelar nih.

Oke, kita mulai uraikan. Kita telah sepakati dan wajib diimani, bahwa Nabi dan rasul Muhammad adalah manusia pilihan, Beliau shalallahu alaihi wassalam adalah Maksum, alias terjaga dari kesalahan dan dosa, kok bisa? Ya bisa wong semua yang dilakukan beliau bersumber dari wahyu kok. Juga ditegaskan dalam alquran bahwa beliau adalah suri teladan. Jadi, baik dan buruk tentang sesuatu hal kita wajib jadikan beliau sebagai ukuran kebenaran.

Maka, kalian mulai buka surat Attahrim ayat 1-5. Lalu kalian buka Tafsir Ibn Katsir rahimahullah (itupun kalo kalian punya dan ngerti).

Surat Attahrim yang tadi kusebut itu adalah wahyu dari Allah azza wajalla terkait diceraikannya 2 istri nabi. Gegara apa??? Gegara BAPER BIN DENGKI BIN NYINYIR BIN NYEBELIN TAUUUKKK. Kenapa? karena merasa lebih baik dan menggunjing saudara islamnya adalah menjijikan dan Haram dilakukan.

Jika semua perceraian diatas muka bumi ini DIANGGAP SEBUAH KERUSAKAN ATAU KEDZALIMAN ATAU APALAH NAMANYA, apa kita akan meyakini bahwa hamba terbaik dimuka bumi, yang maksum, yang dijaga oleh wahyu telah melakukan kerusakan dan kedzaliman? Na’udzubillah

Apakah lalu kita akan nyinyir begini :

” cieeee yang katanya Nabi…. Cie… Nyerein istri mudanya…… “????

“cieee cieeee yang katanya maksum menceraikan anak sahabatnya cie cieeee….. ”

Naudzubillah min dzalik dari perkataan yang dapat memurtadkan kita dr dien ini! Dan telah kita saksikan bahwa Begundal begundal Syiah dan Liberal telah melakukan penghinaan itu.

Sekiranya perceraian beliau shalallahu alaihi wasallam adalah kerusakan dan kesalahan, akankah Allah tulis dalam quran yang seumur zaman akan terus ada, dibaca dan diamalkan kaum muslimin?

Jadi, bagi kalian para istri istri, yang merasa telah menjadi juara dihati suaminya, yang telah merasa lebih dulu bersama suaminya dari istri yang lain, waspadalah… Syetan tidak akan diam!

Wallahi, tidak akan ada yang menyelamatkan Rumahtangga kalian kecuali Rahmat Allah bersamanya, tidak pula Istri Pertama lebih mulia dari Istri Kedua dan seterusnya karena sejatinya istri terbaik adalah karena takwanya kepada Allah, Rasul dan taat pada suaminya (dalam hal ma’ruf) . Tidak benar pula omong kosong tanpa Ilmu yang menyatakan bahwa perceraian yang syar’i akan meruntuhkan kemuliaan pernikahan dengan istri lainnya.

Sekiranya saja kalian terus menerus berada dalam kedengkian, kebodohan yang dipertahankan dan MERASA LEBIH BAIK DARI SAUDARANYA SEBAGAIMANA IBLIS DIHADAPAN ADAM, maka tidak sulit bagi Allah untuk mencabut rasa cinta dari hati Suami kalian agar Perceraian itu terjadi dan berbuah kebaikan, ya, kebaikan bagi suami kalian yang hanif agar terlepas dari istri berpenyakit hati dan gagal koreksi jiwa.

Terakhir, mengutip tulisan seorang sahabat :

“Bisa jadi jika gak dithalaq maka poligaminya akan rusak semua.

Sebagai seorang thabib, saya hanya akan memberikan satu kalimat buatmu ;

JIKA SEBUAH BOROK GAK BISA DISEMBUHKAN DENGAN SEGALA CARA DAN SETELAH SEKIAN LAMA, MAKA SOLUSI TERBAIK ADALAH AMPUTASI …!

Demi menjaga organ tubuh lainnya dari kontaminasi penyakit…”