*FENOMENA LELAKI MINORITAS*

Oleh : Ust. Taufik Fadjri

Dalam fenomena dakwah ta’addud (Baca;Poligami Syar’i. red), jika ada penentangan dari para sebagian Muslimah mungkin masih bisa kita “maklumi”, secara mereka adalah makhluk separoh aqal dengan fitrah penciptaan yang bengkok. Nahh, yang aneh itu jika hal tersebut datang dari (sebagian kecil) lelaki Muslim. Mau sikap kontra itu mereka lakukan tanpa malu-malu alias secara terang-terangan ataupun dibungkus kalimat santun beracun tetapi tetap saja bernuansa kebencian terselubung terhadap syariat ini.

SUBHANALLAH…
Ciri utama mereka hanya satu ;
SERING NYINYIR TERHADAP DAKWAH SUNNAH MATRUKAH INI TETAPI DI SAAT YANG SAMA HAMPIR GAK RISAU DENGAN KDRT DALAM MONOGAMI SERTA PERGAULAN BEBAS DAN HAMPIR GAK ADA SATUPUN STATEMEN/ TULISAN/ POSTINGAN MEREKA YANG JELAS JELAS MENUNJUKKAN PEMBELAAN DAN DUKUNGAN TERHADAP SALAH SATU SYARIAT ALLAH INI DAN HATINYA GAK TENANG KETIKA ADA SAUDARA MUSLIMNYA YANG MENJALANKAN SUNNAH INI APALAGI KALAU BAHAGIA…!
SUBHANALLAH …

Apa sihh masalahnya bagi mereka dakwah ini…?Ingat, mendukung bukan berarti harus menjalankan, membela bukan berarti harus mengamalkan. Tetapi menerima dengan sepenuh hati nan meridho seluruh syariat Allah adalah bagian dari aqidah kita.

Sikap nyinyir mereka itu bisa jadi disebabkan oleh empat hal di bawah ini ;

1. Mereka memang termasuk gerombolan munafiq tulen ber-KTP Islam yang namanya munafiq itu pasti membenci semua atau sebagian syariat Islam walaupun mereka menjalankan sebagiannya.

2. Mereka adalah para lelaki yang jahil murokab alias bahloll kwadrat. Yaitu para manusia bodoh yang gak sadar jika dirinya adalah orang bodoh. Karena kebodohan mereka itulah sehingga mereka gak sadar jika mereka adalah korban propaganda kaum kafir wal feminis lewat penetrasi media selama ini. Menurut Imam Gazhali rahimahullah, orang orang seperti ini gak usah diladenin, karena berdebat dengan manusia jenis ini hanya akan mengeraskan hati.

3. Para lelaki yang memang LEMAH MENTAL dan berada di bawah ketiak istrinya yang bodoh tapi dominan.
( Gak tega ane mau bahas panjang lebar jenis lelaki ngenes seperti ini…)

4. Lelaki yang Islamnya bagus, tetapi tertimpa fitnah sifat HASAD dalam hatinya atas kemudahan dan “keberhasilan” saudara Muslimnya yang menjalankan amal shalih ta’addud ini. Ini type yang paling berbahaya, karena kebaikan apapun jika telah terkontaminasi penyakit hasad maka rawan rusak. Mereka sebenarnya berilmu, mereka sebenarnya lelaki shalih, tetapi tetap saja mereka adalah manusia yang bisa tergelincir dan penyakit hasad ini halus sekali, jangankan pada orang awam ataupun tholab, pada antara para ulamapun bisa terjadi.

Pada dasarnya,
Lelaki type ini juga berniat untuk ta’addud, tapi mungkin karena masih ragu akan kemampuan berbuat adil akhirnya mereka belum melangkah. Ada juga yang sudah niat, tapi BELUM LAKU karena kurang mempesona atau apalah, ada juga yang bahkan telah pernah menjalankan tetapi “GAGAL” karena kebodohannya akhirnya trauma, lalu menakut-nakuti orang lain yang sedang atau akan menjalankan syariat ini dengan hal hal yang buruk (Padahal yang buruk adalah mereka sendiri… Makanya gagal…)

Type terakhir ini ibarat ular adalah jenis yang PALING INDAH TETAPI PALING BERACUN.
Kenapa indah…?
Karena kalimat” mereka dibumbui dalil dan kata kata indah.
Kenapa beracun…?
Karena tujuannya adalah NGGEMBOSI siapapun yang sedang ataupun akan menjalankan syariat ini. (Padahal dirinya sendiri yang termasuk lelaki gembos dalam hal ini…!). Perkataan mereka tidak akan keluar dari dua rasa di bawah ini ;

1. Melemparkan TARHIB ke ummat tentang beratnya berbuat adil dan segala tanggungjawab dan akibat dari kesalahan dalam menjalankan ta’addud. Lha iyo tho ? padahal taaddud ini termasuk amal shalih, mestinya yang disampaikan ke Ummat adalah TARGHIB. Nahh, kalau TARHIB itu untuk yang udah menjalankannya, dengan sebaik baiknya cara menasehati, tentu saja. Dan sebaik baik nasehat adalah dari orang yang telah menjalankannya juga…!

2. Mencari KESALAHAN PARA PELAKU ta’addud baik kesalahan atau kekurangan pribadi para pelaku ataupun kesalahan dan kekurangan mereka dalam menjalankan/ mendakwahkan taaddud dan tidak memberi uzur kepada mereka semua lalu menjadikan itu semua untuk MENJADIKAN HAL-HAL itu sebagai sebuah senjata dalam nggembosi dakwah ta’addud di zaman yang penuh zina ini.

Ironis…
Subhanallah…
Siapa dari kita yang gak punya salah, coba…?
Dakwah mana yang tiada cela…?
Jam’iyah mana yang gak memiliki kekurangan…?
SEMUA MEMILIKI KEKURANGAN DAN KESALAHAN…!
Karena seluruh syariat ini untuk kita :
Para manusia yang gak maksum…!

Maka selebihnya adalah sikap INSHAF dan ADIL dalam memandang seluruh amal saudara kita, demi agar hati kita tidak rusak oleh kebodohan ataupun hawa nafsu. Demi cintaku kepada Allah, kemudian kepada Rasulullah dan seluruh sahabat Radhiallahu anhum, kepada para wali Allah dari zaman salaf hingga kini, kepada ummiku dan seluruh saudaraku, kepada keempat istriku dan semua anakku, dan kepada kalian semua sahabatku ; “SEMOGA KITA SEMUA MASUK KE DALAM SURGA ALLAH BERKAT RAHMAT-NYA…”
Bagaimanapun keadaaan duniawi kita kini. Aamiin.

.
Larut malam di antara pulas istriku pertama dan ketiga ;
Kediri Kota Cinta,
21 September 2017.