Penulis : Ust. Taufik Fadjri (Kediri – Jawa Timur)

Judul    : “CUMA EMPAT”

Dalam Islam seorang lelaki hanya dibolehkan memiliki empat orang isri. Jika sebelum masuk Islam memiliki lebih dari empat istri, maka saat masuk Islam harus menceraikan kelebihannya dan membatasi dengan yang dibolehkan Allah, yaitu empat saja.  Catat ya, Ini info puiiinting buaanget buat para Kafir yang mau masuk Islam…!

Nahh,
Begitupun bagi setiap lelaki Muslim yang sementara ini belum ber-ta’addud /masih beristri satu, di saat mereka ingin ber-Ta’addud (baca; Poligami)  maka “masalahnya” CUMA EMPAT hal saja ;

Pertama,
Bisa jadi dirinya sampai saat ini belum ber-ta’addud karena BELUM TAHU seluk beluk ilmu perta’aduddan/Poligami ataupun karena dirinya merasa BELUM SIAP/MAMPU untuk berbuat adil. Sehingga karena hal itulah dirinya untuk sementara MENAHAN DIRI dari niatnya ( yg bisa jadi gak pernah/gak berani dia ucapkan) untuk ber-ta’addud

Kedua,
Andaipun lelaki tadi telah memahami ilmu tentang serba- serbi perta’aduddan dan berprasangka kuat kepada Allah jika dirinya dimampukan untuk berbuat adil, tetapi ternyata untuk saat ini dia menilai jika ISTRI PERTAMANYA BELUM SIAP jika dirinya melakukan amal shalih dengan menikah lagi. Maka demi KESTABILAN harmonisisasi rumah tangga dan agar tidak muncul kemungkinan KUDETA HATI dari istri pertamanya ataupun KONSPIRASI keluarga, maka untuk sementara waktu dirinya “bersabar” dengan mem-PENDING niatnya untuk ber- ta’addud dan memfokuskan untuk mentarbiyyah istrinya itu agar memahami hikmah dari Syariat Allah yang mulia ini dan terus berdoa.

Ketiga,
Andai point pertama dan kedua di atas telah “CLEAR”, ternyata sampai saat ini BELUM ADA WANITA yang dia senangi yang SIAP untuk ber-JOINT KOLABORASI untuk dinikahinya dengan menerima dirinya, istri dan anak serta seluruh keluarganya dengan tulus apa adanya., dan SIAP MENTAL untuk menjalani Keluarga Ta’addud bersama-sama dalam koridor syariat.

Keempat,
Jika point pertama sampai ketiga di atas telah CLEAR, maka “penghalang niat” yang terakhir dari keinginannya itu adalah WALI dari wanita yang sudah siap dinikahinya itu “BELUM SIAP” jika wanita yang ada dalam perwaliannya itu dinikahi tidak sebagai istri satu-satunya oleh lelaki tersebut.

Nahh,
Ternyata semua permasalahan QOBLA TA’ADDUD itu hanya berputar” pada empat hal di atas itu saja.
Sedangkan setiap point di atas memiliki “jalan keluar”nya masing-masing.

#Silahkan semua Ikhwan Fillah “mendiagnosa” masalahnya ada pada point yang mana…
Kemudian “BERJUANGLAH” …!!!
Sungguh setiap hamba itu Allah mudahkan menuju taqdirnya.

Semoga Allah anugrahkan kalian semua istri-istri yang shalihah, wanita-wanita penyejuk mata, peredam gundah dunia dan motivator amal shalih dalam rangka perjuangan BERSAMA menggapai Jannah.

Aamiin…